Minat Petani Tuban Menjadi Penangkar Benih Kacang Tanah Meningkat

petani kacangpetani kacangLuas tanaman kacang tanah di Kabupaten Tuban sekitar  36.000 ha per tahun. Pada umumnya benih yang ditanam oleh petani berasal dari hasil panen sebelumnya. Kebiasaan itu berdampak kepada rendahnya produktivitas kacang tanah. Kunci untuk mendongkrak produksi, harus dapat   disediakan benih bermutu.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, BPTP Jatim telah mengenalkan sekaligus membina enam petani Desa Wangun, Kec. Palang, Kab. Tuban untuk menerapkan teknologi produksi benih kacang tanah. Pada dasarnya atas permintaan petani setempat, diakomodasi dalam sebuah program FMA (action research fasility).


 
Petak pertanaman sengaja dirancang dengan menerapkan cara BPTP Jatim, sedangkan petak lainnya menerapkan cara petani, agar dapat dibandingkan. Varietas yang ditanam adalah varietas Tuban. Pembinaan dan kontrol mutu benih dilakukan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Kab. Tuban.
 
Kegiatan FMA untuk produksi benih kacang tanah yang dilakukan sejak 2011 itu, sekarang berkembang dan diminati 10 orang petani. Dalam acara panen benih dilaporkan, bahwa hasil ubinan cara BPTP Jatim menghasilkan 4,3 t/ha dan cara petani 3,3 t/ha (16/5/12).
 
Acara panen dihadiri oleh Kepala BPTP Jawa Timur, Kepala BP2KP Kab Tuban , Kepala Diperta Kab. Tuban, Kepala BPP dan penyuluh Kec. Palang, Kepala BPSB Kab. Tuban, perangkat desa serta petani peserta FMA.  (SAR)